Di dalam ilmu pengetahuan di tuliskan bahwa manusia berasal dari jaman pra sejarah yang dulunya masih berwujut seperti kera bahkan ada yang menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera tetapi di sisi agama di sebutkan bahwa manusia yang pertama turun ke bumi atau dunia adalah Nabi Adam yang di turunkan dari surga, hal itu adalah sejarah manusia yang di pandang dari sudut pandang yang berbeda dan latar belakang yang berbeda pula.
Di sini Chismed akan mengupas tentang bahan baku serta hubungan manusia dengan alam dan sang PENCIPTA ( Gusti kang moho suci )
Di pengertian jawa manusia di ciptakan dari sari pati bumi, lebih jelasnya manusia di ciptakan dari empat bahan baku yaitu Bumi, Banyu, Geni, Angin. dari ke empat bahan tersebut di satukan dan mempunyai peran sendiri sendiri,
*** Bumi sebagai kulit daging tulang.
*** Banyu sebagai darah, otak semua yang berhubungan dengan cairan.
*** Geni sebagai amarah ( sumber panas yang ada pada tubuh manusia ).
*** Angin sebagai keinginan dan kebijaksanaan manusia.
dan manusia itu sendiri di bagi menjadi empat lapisan yaitu :
* Manusia sejati ( manungso sejati ) atau badan kasar
** Nyawa sejati ( nyowo sejati ).
*** Sukma sejati ( Sukmo sejati ) atau kumpulan dari sedolor papat.
****Ruh SUCI ( GUSTI )
Selain itu manusia di bagi menjadi tiga bagian yaitu :
* Baitul makmur yaitu berada di atas leher manusia. ( tempat keindahan )
** Baitul Mukharom yaitu tempat yang terlarang bagi selain DIA ( SANG PENCIPTA ) tempatnya di bawah leher di atas pusar manusia.
***Baitul mukhodas tempat yang suci ( pasucen ) yaitu tempat bibit atau wiji ( bibit mannusia )
Sesuai dengan bahan dasarnya manusia di cipataka dari sari pati bumi dan manusia juga makan dari hasil bumi maka manusia jikalau sudah ketemu janji ( Mati ) di haruskan untuk dapat menyatu secara sempurna dengan bumi ( Tanah,) dengan banyu ( air ) Angin ( Udara ) Geni ( Api ) atau yang lebih di kenal dengan mati sampurno kembali ke asal manusia di ciptakan, dan Ruh yang di tiupkan TUHAN ke tubuh manusia secara otomatis akan kembali ke ruh induk yaitu TUHAN ( Gusti kang moho suci )
Apakah ini benar dan pasti:
Mari kita buktikan sendiri sendiri dengan pribadi atau kapribaden masing masing kenapa demikian karena hanya diri kita ( setiap orang ) yang bisa membuktikan akan suatu kebenaran yang haq sesuai dengan tiga dasar :
* Yakin : belum tahu akan kebenaran ( tapi ikut mengiyakan akan suatu kebenaran )
** Ainun yakin : meng iyakan karena pernah melihat sendiri tetapi belum pernah memegang atau merasakan suatu hal )
*** Haqul yakin : meng, iyakan karena pernah melihat pernah merasakan dan pernah mengalami sendiri .
Dengan dasar ini maka mari kita buktikan apakah hal ini benar jangan hanya tembung jare ( katanya ) tanpa merasakan melakukan mengalami tidak akan tahu isi maksud dan hakikatnya,